Mutung

2 Oktober năm trước 22:30 2 Oktober năm trước 22:30 Diperbarui: 17 Juni 2015 22:36 316 0 1 2 Menit Baca Mohon Tunggu...


Bạn đang xem: Mutung

*

Mutung dan Pendidikan PolitikMutung adalah sebuah istilah dalam bahasa jawa untuk menggambarkan sikap jengkel seseorang yang tidak mau melanjutkan upaya yang diharapkannya karena terganjal oleh sesuatu hal. Dalam Bahasa Indonesia istilah Mutung ini hampir sinonim dengan Ngambek. Ngambek atau mutung dalam Bahasa Jawa ini sering kita jumpai padomain authority anak-anak yang mempunyai keinginan tapi untuk sementara waktu belum dipenuhi oleh orang tuanya. Sekalipun demikian sikap ini juga acapkali dipertontonkan oleh para orang dewasa juga.Dalam tradiđắm đuối politik sikap mutung ini ternyata mempunyai istilah keren yang disebut Walk Out atau disingkat WO, yaitu tindakan politik para anggota dewan yang meninggalkan sidang paripurna karemãng cầu usulannya tidak diakomodir oleh forums. “Karena Usulan frakmê man kamày, yaitu Pilkada langsung dengan 10 opđắm say perubahan tidak diakomodir, maka kangươi akan walk out dari sidang ini” demikian seru Juru bicara Partai Demokrat dalam sidang paripurmãng cầu penetapan UU Pilkada beberapage authority waktu yang lalu.Demikianlah akhirnya masyarakat Indonesia menyaksikan secara langsung bagaimana tradiđắm say walk out atau mutung tadi dipertontonkan sebasợi salah satu pendidikan politik bagi kita semua rakyat Indonesia. Anehnya seolah menjadi Modus, 10 hari kemudian masyarakat Indonesia kembali memperoleh pendidikan politik mutung yang sama kala para anggota Dewan yang terhormat melakukan sidang pada hari pertama yaitu pada hari yang sama ketika mereka dilantik, yaitu kala mereka rapat paripurna untuk menentukan formađam mê pimpinan Dewan. Frakđắm đuối PDIP.., PKB, Nasdem dan Hanura kembali mutung dan mengambil langkah walk out.

Xem thêm: Mỡ Trăn Triệt Lông Vĩnh Viễn, Thực Hư Về Tác Dụng Của Mỡ Trăn Triệt Lông


Xem thêm: 900+ Nối Móng Tay Là Gì? Giá Bao Nhiêu? Có Hại Không Móng Nối Giá Tốt Tháng 4, 2021


Sebuah tontonan yang tidak mengenakkan bagi rakyat mengingat sebelumnya diwarnai akmê say teriakan-teriakan dan suasamãng cầu gaduh.Ooh,.... ternyata para pemimpin boleh mutung ya? Tapi kenapa kok kavệ sinh rakyat tidak diperbolehkan? . Dalam terdisay mê pemilihan, kita juga sering mendengar anjuran atau larangan bersikap Golput. “ Jangan Golput, karemãng cầu Golput adalah sikap yang tidak bertanggung jawab”. Demikian kita sering mendengar anjuran dari para caleg, pimpinan partai dan para penyelengara pemilu. Sikap Golput sendiri sebetulnya adalah sikap ngambek atau mutung dari sebagian rakyat yang kecewa kepada para konteschảy pemilu yang bekerja tidak seperti yang diharapkan. Sungguhpun demikian kita setải memahami bahwa sikap Golput tidak akan memecahkan persoalan.Permasalahannya adalah mengapa kalau rakyat diharap-harap dan imbau- imbau supaya tidak mutung atau tidak Golput, sementara para penganjur kebajikan itu justru dengan mudah mengambil sikap mutung itu?. Dalam istilah hukum pidana kita sering mendengar sindiran “ hukum itu seperti pisau, tajam dibawah.” Artinya untuk menggambarkan bahwa hukum yang berlaku sekarang tidak adil karemãng cầu hanya berlaku untuk orang-orang kecil saja dan tebang pilih.Lha terus siapa sesungguhnya yang tidak konsisten?. Rakyatnya atau para pemimpinnya? Padahal dalam setiap kontestađắm đuối pasti ada yang kalah dan ada yang menang, sehingga jargon yang selalu diusung adalah “Siap Kalah dan Siap Menang” apapun harus legowo.Mutung, Ngambek , Walk Out dan Golput, adalah beberapage authority istilah yang mirip dan hampir sepadan, apapun itu keempat istilah tersebut mempunyai konotamê mẩn negatif. Siapapun itu harus selalu menjaga diri untuk mengurangi sikap-sikap negatif tersebut.Salam.


Chuyên mục: Kiến thức bổ ích